Cuti Tahunan (연차) di Korea: Hak, Jumlah Hari, dan Cara Mengajukannya
Konten
Banyak pekerja asing di Korea baru sadar punya hak cuti berbayar setelah bekerja berbulan-bulan, atau malah saat kontrak hampir habis. Padahal hukum ketenagakerjaan Korea mengatur cuti tahunan berbayar yang disebut 연차 (yeoncha). Dalam panduan ini Anda akan tahu siapa yang berhak, berapa hari yang Anda dapat, apa yang terjadi jika cuti tidak dipakai, dan ke mana meminta bantuan dalam bahasa Indonesia.
Apa Itu 연차 dan Siapa yang Berhak
Istilah lengkapnya adalah 연차유급휴가 (yeoncha yugeup hyuga), artinya cuti tahunan berbayar. Selama cuti ini Anda tetap menerima gaji. Aturannya ada di Pasal 60 Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan Korea (근로기준법) dan berlaku juga untuk pekerja asing.
Ada satu batasan penting: aturan cuti tahunan ini wajib diterapkan di tempat kerja yang secara rutin mempekerjakan 5 orang atau lebih. Jika perusahaan Anda punya kurang dari 5 pekerja tetap, majikan tidak wajib memberi cuti tahunan maupun uang pengganti cuti, kecuali ada kesepakatan khusus. Bagaimana jika kontrak Anda menyebut soal cuti? Jawabannya ada di bagian FAQ.
Karena itu, hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah berapa orang yang bekerja secara rutin di tempat kerja Anda. Jumlah inilah yang menentukan apakah hitungan cuti di bawah berlaku untuk Anda. Pekerja paruh waktu juga punya aturan sendiri, yang dijelaskan di bagian FAQ.
Berapa Hari Cuti yang Anda Dapat
Jumlah cuti bergantung pada lama Anda bekerja dan tingkat kehadiran Anda. Kata kuncinya adalah 개근 (gaegeun) — masuk kerja penuh tanpa absen dalam satu periode.
| Situasi Anda | Hak cuti berbayar |
|---|---|
| Bekerja kurang dari 1 tahun | 1 hari untuk setiap 1 bulan masuk penuh (개근) |
| Sudah 1 tahun, kehadiran 80% atau lebih | 15 hari |
| Sudah 1 tahun, kehadiran di bawah 80% | 1 hari untuk setiap 1 bulan masuk penuh |
| Bekerja 3 tahun atau lebih | 15 hari + 1 hari untuk setiap 2 tahun kerja setelah tahun pertama, maksimal 25 hari |
Contohnya, jika Anda baru bekerja 3 bulan dan tidak pernah absen, Anda sudah punya 3 hari cuti. Setelah 3 tahun bekerja di perusahaan yang sama, cuti Anda menjadi 16 hari. Setelah 5 tahun menjadi 17 hari, dan begitu seterusnya sampai batas 25 hari.
Baris ketiga tabel sering membingungkan. Walaupun Anda sudah bekerja 1 tahun, hak 15 hari tidak otomatis Anda dapat jika kehadiran Anda di bawah 80%. Dalam kasus itu, yang dihitung hanya bulan-bulan saat Anda masuk penuh tanpa absen.
Kabar baiknya, beberapa masa tidak masuk kerja tetap dihitung sebagai hadir. Termasuk di dalamnya masa tidak bekerja karena cedera atau sakit akibat kerja, cuti sebelum dan sesudah melahirkan (출산전후휴가), cuti mengasuh anak (육아휴직), serta pengurangan jam kerja saat hamil atau mengasuh anak. Jadi, masa-masa ini tidak mengurangi hak cuti Anda.
Cara Mengajukan Cuti Tahunan
Pada dasarnya, Anda yang menentukan kapan cuti diambil, dan gaji tetap dibayar selama cuti. Majikan tidak bisa menghapus hak itu. Yang boleh dilakukan majikan hanyalah meminta tanggal lain jika cuti pada waktu itu akan sangat mengganggu jalannya usaha. Hak cuti Anda tetap ada, hanya waktunya yang berpindah. Karena itu, sebaiknya Anda mengajukan cuti jauh-jauh hari.
- Cek kontrak kerja (근로계약서) dan peraturan perusahaan untuk melihat aturan cuti di tempat kerja Anda.
- Hitung sisa cuti Anda berdasarkan lama kerja dan kehadiran (lihat tabel di atas).
- Sampaikan tanggal cuti yang Anda inginkan kepada atasan atau bagian personalia. Simpan bukti permintaan, misalnya pesan tertulis.
- Jika atasan meminta tanggal diganti karena pekerjaan sedang sangat padat, sepakati tanggal lain yang masih dalam periode 1 tahun.
- Pakai cuti sebelum masa berlakunya habis. Jika sampai akhir periode masih ada sisa, pastikan sisa itu dibayar.
Bukti tertulis di langkah 3 akan berguna jika nanti muncul perbedaan pendapat, misalnya soal tanggal yang sudah Anda minta atau sisa cuti yang belum dibayar. Catatan seperti ini juga memudahkan Anda menjelaskan masalahnya saat berkonsultasi ke lembaga bantuan.
Cuti Hangus dan Uang Pengganti Cuti
Cuti tahunan yang tidak dipakai selama 1 tahun akan hangus. Ada pengecualian: jika Anda tidak bisa memakai cuti karena kesalahan atau keputusan pihak majikan, hak itu tidak hilang begitu saja.
Untuk cuti yang tidak terpakai, pekerja berhak menerima uang pengganti yang disebut 연차수당 (yeoncha sudang). Besarnya 100% dari upah biasa (통상임금) atau upah rata-rata (평균임금). Artinya, satu hari cuti yang tidak dipakai dibayar seperti satu hari kerja.
Menjelang akhir periode cuti, ada baiknya Anda membandingkan sisa cuti dengan slip gaji. Jika uang ini tidak tercantum padahal Anda masih punya sisa cuti, Anda bisa menanyakannya ke perusahaan atau meminta bantuan lembaga di bawah ini.
Bantuan dalam Bahasa Indonesia: 1577-0071
Jika Anda bingung menghitung cuti, permintaan cuti ditolak terus, atau uang pengganti cuti tidak dibayar, ada beberapa tempat untuk bertanya:
- Pusat Konsultasi Tenaga Kerja Asing (외국인력상담센터) — 1577-0071. Melayani 18 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, pukul 09.00–18.00. Pusat ini membantu masalah kerja dan kehidupan pekerja asing di Korea.
- Kementerian Ketenagakerjaan (고용노동부) — 1350. Layanan telepon berbayar. Ikuti panduan suara, lalu tekan 4 untuk konsultasi ketenagakerjaan. Kementerian juga punya kantor wilayah dan kantor cabang di seluruh Korea untuk konsultasi telepon maupun tatap muka.
- Korea Legal Aid Corporation (대한법률구조공단) — 132. Bisa dihubungi jika ada sengketa soal tafsiran kontrak atau peraturan perusahaan dan Anda butuh nasihat ahli hukum.
Jika Anda lebih nyaman berbicara dalam bahasa Indonesia, 1577-0071 adalah tempat paling mudah untuk memulai. Untuk perselisihan soal isi kontrak, nomor 132 lebih tepat.
Istilah dan Ungkapan Korea yang Berguna
- 연차 (yeoncha) — cuti tahunan
- 연차수당 (yeoncha sudang) — uang pengganti cuti yang tidak dipakai
- 개근 (gaegeun) — masuk kerja penuh tanpa absen
- 근로계약서 (geullo gyeyakseo) — kontrak kerja
- 취업규칙 (chwieop gyuchik) — peraturan perusahaan
- "연차를 쓰고 싶어요." — "Saya ingin mengambil cuti tahunan."
- "남은 연차가 며칠이에요?" — "Sisa cuti tahunan saya berapa hari?"
- "한국어를 잘 못해요." — "Saya kurang lancar berbahasa Korea."
FAQ
Saya pekerja paruh waktu. Apakah saya juga dapat cuti tahunan?
Ya, jika tempat kerja Anda mempekerjakan 5 orang atau lebih. Cuti dihitung dalam jam, sebanding dengan jam kerja Anda: jumlah hari cuti pekerja penuh waktu × (jam kerja Anda ÷ jam kerja pekerja penuh waktu) × 8 jam. Pengecualiannya, jika rata-rata jam kerja Anda dalam 4 minggu kurang dari 15 jam per minggu, Anda tidak berhak atas cuti tahunan maupun hari libur mingguan berbayar.
Perusahaan saya punya kurang dari 5 pekerja, tapi kontrak menulis cuti diberikan sesuai undang-undang. Apakah tetap berlaku?
Ya. Menurut jawaban Kementerian Ketenagakerjaan, undang-undang hanya menetapkan standar minimum, dan perusahaan boleh memberi lebih dari itu. Jika perusahaan dan pekerja sudah sepakat soal cuti di kontrak kerja (근로계약서) atau peraturan perusahaan (취업규칙), kesepakatan itu harus diikuti. Jika ada perbedaan tafsiran, Anda bisa berkonsultasi ke Korea Legal Aid Corporation di nomor 132.
Sumber resmi
- 근로기준법 제60조 (연차 유급휴가) — 국가법령정보센터
- 외국인근로자 취업 — 근로시간 및 휴가 등 (찾기쉬운 생활법령정보)
- 단시간근로자의 휴일 및 휴가 (찾기쉬운 생활법령정보)
- 5인미만사업장 연차 관련 빠른인터넷상담 (고용노동부)
- 외국인력상담센터 (한국산업인력공단)
- 노동 상담, 어디서 받을 수 있을까요? (대한민국 정책브리핑)
Informasi ini dirangkum berdasarkan materi resmi. Untuk informasi terbaru, silakan periksa sumber aslinya.
Link terkait
- Sebelumnya Slip Gaji (임금명세서) di Korea: Hak Pekerja Asing dan Cara Mengeceknya 26.10.06
- Berikutnya Alat Pelindung Diri (APD) di Tempat Kerja Korea: Hak dan Kewajiban Pekerja Asing 26.10.04
Belum ada komentar.